Tingkatkan Kualifikasi, 133.000 Aparatur Desa Antusias Ikut Pelatihan P3PD

Semarang, Selasa (26/9/2023)

Pegawai di wilayah pedesaan menunjukkan antusiasme dalam mengikuti pelatihan yang bertujuan meningkatkan kualifikasi mereka melalui Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD). Pelatihan ini diselenggarakan secara besar-besaran dan bersamaan di seluruh negeri, hasil dari kerjasama antara Pemerintah pusat dan Bank Dunia (World Bank).

Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Eko Prasetyanto Purnomo Putro saat membuka pelaksanaan kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah dan Pengurus Kelembagaan Desa, di Semarang, Selasa (26/9), menyatakan kegembiraannya atas semangat yang ditunjukkan oleh pegawai desa ini.

“Ada yang harusnya dilatih nanti pada 2024 minta dimajukan, minta dilatih sekarang,” katanya dalam keterangan yang diterima, Kamis (28/9/2023). Dalam acara tersebut, Eko bersama M. Lutfi, Direktur Fasilitasi Perencanaan, Keuangan, dan Aset Pemerintahan Desa, juga turut hadir. Pelatihan tahun ini akan diselenggarakan untuk 33.000 desa dengan partisipasi sebanyak 133.000 peserta. Selain itu, acara ini juga akan dilakukan secara daring melalui platform Zoom di 33 provinsi. Eko juga sempat berinteraksi dengan peserta dari Aceh, Maluku Utara, Sulawesi Barat, Sumatera Barat, Yogyakarta, Kalimantan Barat, dan Sumatera Utara.

Eko menyatakan bahwa pelatihan ini adalah tindakan konkret yang menunjukkan tekad serius dari pemerintah pusat dalam mengembangkan desa-desa. Hal ini dikarenakan desa memiliki peran strategis dalam kemajuan bangsa dan negara. Eko juga mengakui bahwa memajukan desa bukanlah tugas yang mudah. Hal ini memerlukan komitmen dan usaha besar untuk mencapainya.

 

Namun, ia percaya bahwa ketika desa-desa berkembang, maka wilayah-wilayah yang lebih besar seperti kecamatan dan kabupaten juga akan mengalami perkembangan yang signifikan. Dirinya berharap, dengan pelatihan ini akan banyak muncul desa-desa yang lebih maju. “Mari kita majukan. Kita bikin perubahan. Dari swadaya ke swakarya, dari swakarya ke swasembada. Itu harus jadi komitmen kita bersama-sama,” ujarnya.

 

Eko mengungkapkan bahwa saat ini hanya sekitar 7 persen dari total desa di Indonesia yang telah mencapai tingkat kemajuan. Tetapi, sebagian besar desa masih bergantung pada dana bantuan yang diberikan oleh pemerintah. “Yang punya PADes banyak, tapi yang belum banyak. Ada PADes yang sampai Rp 50 miliar, contohnya desa Kutuh,” katanya. Dia mengharapkan agar aparat desa menunjukkan komitmen penuh mereka untuk menciptakan warisan bagi generasi mendatang. Eko berpendapat bahwa desa harus berfungsi sebagai tempat untuk kehidupan dan penghidupan, terutama bagi generasi muda.

Recent Posts

Related Popular Posts